SMPIT Tunas Mulia menjadi tuan
rumah pertemuan guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMP Kabupaten
Gunungkidul. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali yang digagas oleh Eni
Triani Yuliana, S.Pd. selaku Kepala SMPIT Tunas Mulia, Tugiran, M.Pd. (SMPN 3
Semin), dan Budi Setiyarso, M.Pd. (SMPN 2 Ponjong). Ketiganya merupakan
guru-guru berprestasi yang pernah mendampingi siswa dalam kompetisi penelitian
baik tingkat regional maupun nasional. Selain itu, pertemuan ini dihadiri tujuh
guru pembimbing dari berbagai sekolah di Gunungkidul.
Budi Setiyarso, M.Pd. (paling
kanan), memimpin pertemuan
Agenda utama dalam pertemuan ini,
sebagaimana yang disampaikan Budi Setiyarso, M.Pd., adalah menjalin komunikasi
antarguru pembimbing KIR serta menyatukan tujuan bersama, yaitu membangkitkan
prestasi sekolah-sekolah di Gunungkidul melalui kompetisi penelitian. Ditambahkan
pula oleh Tugiran, M.Pd., yang baru saja mengikuti OPSI tingkat nasional di Surabaya,
bahwa kunci utama dalam keikutsertaan dalam kompetisi penelitian adalah
mengirimkan sebanyak-banyaknya naskah penelitian. Sehingga peluang untuk lolos
semakin tinggi. Oleh karena itu, lanjutnya, guru pembimbing boleh mendampingi
lebih dari satu tim.
Selain itu, dari perwakilan SMPN 1
Wonosari, Rini Harjanti, M.Pd., menyampaikan bahwa tugas utama pembimbing
adalah mendorong siswa untuk meneliti. Sedangkan untuk meneliti, syarat
utamanya adalah meluangkan waktu. Sehingga, ketika ide terlintas dalam pikiran
maka segera luangkan waktu untuk menulis.
Dalam kesempatan ini pula, Bu Ana,
selaku tuan rumah, menyampaikan pengalamannya ketika mendampingi siswa SMPIT
Tunas Mulia yang berhasil meraih medali perunggu tingkat nasional tahun 2016. Menurutnya,
guru pembimbing harus mengenal betul skill siswa yang akan maju menjadi tim,
yaitu menulis, presentasi, dan memahami bidang penelitian. Kemampuan lainnya
adalah mampu melihat kondisi lingkungan sekitar dan melahirkan ide penelitian. Untuk
merealisasikannya, SMPIT telah membuat program ekstrakurikuler khusus KIR
dengan silabus yang tersusun sedemikian rupa sehingga para peserta mampu
menggali potensi dalam dirinya untuk meneliti.