Pada Sabtu, 21 Juli 2018, SMPIT Tunas Mulia
mengadakan Workshop Kurikulum untuk menyambut tahun ajaran baru 2018/2019. Pada
kesempatan ini, Kepala Dinas Dikpora Gunungkidul, Bapak Bahron Rosyid, M.M.
berkesempatan memberikan sambutan sekaligus arahan untuk menjalankan program
Lima Hari Sekolah.
Kepala
Dinas Dikpora GK memberikan sambutan
Dalam sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan latar
belakang program Lima Hari Sekolah. Diantaranya, bahwa program Lima Hari
Sekolah menguatkan program pendidikan karakter yang menjadi bagian dari program
Nawa Cita dari Presiden RI. Untuk menyukseskan program pendidikan
karakter ini, sekolah memiliki empat aspek lain sebagai pilar pendidikan, yaitu
3 pilar utama, keluarga, sekolah dan masyarakat ditambah dua aspek lain yaitu
teman sebaya dan media sosial.
Selain itu, menurut beliau, selama ini pendidikan di
Indonesia hanya fokus pada aspek akademis dan melupakan aspek karakter (budi
pekerti). Sedangkan pendidikan karakter tidak cukup dilakukan hanya di sekolah,
akan tetapi perlu dukungan dari keluarga. Oleh karena itu, program Lima Hari
Sekolah bertujuan untuk memadukan peran sekolah dan keluarga untuk menyukseskan
pendidikan karakter. Dimana sekolah memiliki porsi lima hari, sedangkan sisanya
menjadi hak keluarga untuk mendidik putra-putrinya di rumah.
Kegiatan workshop dilanjutkan dengan pembahasan
kurikulum sekolah yang dipresentasikan oleh Ustadzah Rohma Nuraini, S.Pd.
selaku Waka Kurikulum dan didampingi oleh Pengawas SMPIT Tunas Mulia, Rukiyono,
M.M. Dalam acara ini pula, dibahas target-target yang akan dicapai oleh sekolah
selama satu tahun ke depan salah satunya adalah mempertahankan prestasi sekolah
pada 10 besar kabupaten. [ryopotter]



