Jumat, 31 Agustus 2018

Serba-serbi Peringatan HUT RI ke-73




Berbagai kegiatan guna memeriahkan HUT RI ke-73 dilaksanakan oleh SMPIT Tunas Mulia. Kegiatan berupa perlombaan antara lain lomba menghias kelas, topeng bola, botol pensil, pecah air, serta lomba menulis laporan kegiatan 17-an. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 16 Agustus 2018. Puncaknya adalah upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan pada hari berikutnya di halaman sekolah yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Berikut ini beberapa gambar yang terekam kamera saat kegiatan berlangsung:



 


Kemeriahan lomba antar kelas




Upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI



 Pembagian hadiah

Untuk melihat video semua kegiatan 17-an, ikuti tautan berikut ini:



Rabu, 15 Agustus 2018

Temu Pembimbing KIR SMP se-Gunungkidul


SMPIT Tunas Mulia menjadi tuan rumah pertemuan guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMP Kabupaten Gunungkidul. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali yang digagas oleh Eni Triani Yuliana, S.Pd. selaku Kepala SMPIT Tunas Mulia, Tugiran, M.Pd. (SMPN 3 Semin), dan Budi Setiyarso, M.Pd. (SMPN 2 Ponjong). Ketiganya merupakan guru-guru berprestasi yang pernah mendampingi siswa dalam kompetisi penelitian baik tingkat regional maupun nasional. Selain itu, pertemuan ini dihadiri tujuh guru pembimbing dari berbagai sekolah di Gunungkidul.


Budi Setiyarso, M.Pd. (paling kanan), memimpin pertemuan
Agenda utama dalam pertemuan ini, sebagaimana yang disampaikan Budi Setiyarso, M.Pd., adalah menjalin komunikasi antarguru pembimbing KIR serta menyatukan tujuan bersama, yaitu membangkitkan prestasi sekolah-sekolah di Gunungkidul melalui kompetisi penelitian. Ditambahkan pula oleh Tugiran, M.Pd., yang baru saja mengikuti OPSI tingkat nasional di Surabaya, bahwa kunci utama dalam keikutsertaan dalam kompetisi penelitian adalah mengirimkan sebanyak-banyaknya naskah penelitian. Sehingga peluang untuk lolos semakin tinggi. Oleh karena itu, lanjutnya, guru pembimbing boleh mendampingi lebih dari satu tim. 

Selain itu, dari perwakilan SMPN 1 Wonosari, Rini Harjanti, M.Pd., menyampaikan bahwa tugas utama pembimbing adalah mendorong siswa untuk meneliti. Sedangkan untuk meneliti, syarat utamanya adalah meluangkan waktu. Sehingga, ketika ide terlintas dalam pikiran maka segera luangkan waktu untuk menulis.

Dalam kesempatan ini pula, Bu Ana, selaku tuan rumah, menyampaikan pengalamannya ketika mendampingi siswa SMPIT Tunas Mulia yang berhasil meraih medali perunggu tingkat nasional tahun 2016. Menurutnya, guru pembimbing harus mengenal betul skill siswa yang akan maju menjadi tim, yaitu menulis, presentasi, dan memahami bidang penelitian. Kemampuan lainnya adalah mampu melihat kondisi lingkungan sekitar dan melahirkan ide penelitian. Untuk merealisasikannya, SMPIT telah membuat program ekstrakurikuler khusus KIR dengan silabus yang tersusun sedemikian rupa sehingga para peserta mampu menggali potensi dalam dirinya untuk meneliti.

Senin, 30 Juli 2018

Workshop Kurikulum Tahun Ajaran 2018/2019


Pada Sabtu, 21 Juli 2018, SMPIT Tunas Mulia mengadakan Workshop Kurikulum untuk menyambut tahun ajaran baru 2018/2019. Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Dikpora Gunungkidul, Bapak Bahron Rosyid, M.M. berkesempatan memberikan sambutan sekaligus arahan untuk menjalankan program Lima Hari Sekolah.


Kepala Dinas Dikpora GK memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan latar belakang program Lima Hari Sekolah. Diantaranya, bahwa program Lima Hari Sekolah menguatkan program pendidikan karakter yang menjadi bagian dari program Nawa Cita dari Presiden RI. Untuk menyukseskan program pendidikan karakter ini, sekolah memiliki empat aspek lain sebagai pilar pendidikan, yaitu 3 pilar utama, keluarga, sekolah dan masyarakat ditambah dua aspek lain yaitu teman sebaya dan media sosial.

Selain itu, menurut beliau, selama ini pendidikan di Indonesia hanya fokus pada aspek akademis dan melupakan aspek karakter (budi pekerti). Sedangkan pendidikan karakter tidak cukup dilakukan hanya di sekolah, akan tetapi perlu dukungan dari keluarga. Oleh karena itu, program Lima Hari Sekolah bertujuan untuk memadukan peran sekolah dan keluarga untuk menyukseskan pendidikan karakter. Dimana sekolah memiliki porsi lima hari, sedangkan sisanya menjadi hak keluarga untuk mendidik putra-putrinya di rumah.

Kegiatan workshop dilanjutkan dengan pembahasan kurikulum sekolah yang dipresentasikan oleh Ustadzah Rohma Nuraini, S.Pd. selaku Waka Kurikulum dan didampingi oleh Pengawas SMPIT Tunas Mulia, Rukiyono, M.M. Dalam acara ini pula, dibahas target-target yang akan dicapai oleh sekolah selama satu tahun ke depan salah satunya adalah mempertahankan prestasi sekolah pada 10 besar kabupaten.  [ryopotter]

Senin, 23 Juli 2018

Selamat Datang Siswa Baru SMPIT Tunas Mulia


Alhamdulillah kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) telah selesai terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari (jadwal resmi dinas) ditambah dua hari untuk muatan lokal. Kegiatan PLS resmi ditutup pada Jum’at, 20 Juli 2018 oleh Ustadzah Septi Ambarwati, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan, mewakili Kepala Sekolah. 

Kegiatan yang dimulai Senin, 16 Juli 2018 hingga Jum’at, 20 Juli 2018, diawali upacara pembuakaan yang dipimpin oleh Ustadzah Eni Triani Yuliana, S.Pd. selaku Kepala Sekolah. Selama dua hari berikutnya, disampaikan beberapa materi wajib yang telah ditetapkan oleh dinas, yaitu: Kepramukaan, Tata Tertib Sekolah, Pendidikan Karakter, Tata Krama, Belajar Efektif, dan Sosialisasi Kurukulum. Selain itu, ditambahkan materi Kesehatan Kiswa yang disampaikan oleh UPT Puskesmas I Wonosari I dan Kedisiplinan (Baris Berbaris) serta Tertib Lalu Lintas oleh Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Duwet.

Pada hari keempat, peserta bersama dengan seluruh siswa baik kelas VIII maupun kelas IX mengikuti kegiatan Outbond sebagai sarana perkenalan siswa baru dengan kakak kelas. Selain itu, kegiatan outbond juga digunakan sebagai sarana melatih kekompakan, kerjasama, dan kedisiplinan siswa.
Kegiatan Outbond
Pada hari terakhir, sebelum penutupan, seluruh siswa mengikuti kerja bakti bersama untuk membersihkan seluruh lingkungan sekolah. Selain itu, setiap siswa baru diwajibkan membawa tanaman hias sebagai bentuk partisipasi siswa dalam menjaga keindahan sekolah. Setelah itu, diadakan kegiatan penutupan bersama seluruh siswa.
Para siswa mengikuti penutupan PLS

Pada hari terakhir, sebelum penutupan, seluruh siswa mengikuti kerja bakti bersama untuk membersihkan seluruh lingkungan sekolah. Selain itu, setiap siswa baru diwajibkan membawa tanaman hias sebagai bentuk partisipasi siswa dalam menjaga keindahan sekolah. Setelah itu, diadakan kegiatan penutupan bersama seluruh siswa.

Pada tahun ini, SMPIT Tunas Mulia mendapat siswa baru sejumlah 24 siswa. Para siswa baru terdiri dari 13 siswa putra dan 11 siswa putri. Jumlah ini meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan animo masyarakat terhadap SMPIT Tunas Mulia semakin meningkat seiring dengan peningkatan prestasi sekolahyang diraih selama satu tahun terakhir. [ryopotter]

Rabu, 04 Juli 2018

PPDB Online SMP Kabupaten Gunungkidul Dimulai Hari Ini


Tahun Ajaran 2018/2019, SMPIT Tunas Mulia berkesempatan untuk ikut serta dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online yang diadakan serentak oleh Kabupaten Gunungkidul. Jadwal resmi dimulai Rabu, 4 Juli 2018 dan akan dilaksanakan selama dua hari berikutnya. 

Pada hari pertama, SMPIT Tunas Mulia telah menerima 15 berkas pendaftaran yang masuk. Para pendaftar berasal dari berbagai sekolah dasar baik negeri maupun swasta. Sebagian besar dari calon siswa memilih SMPIT Tunas Mulia pada pilihan pertama.

Selama proses input data, server pusat sempat mengalami down, sehingga memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan sistem offline. Meskipun begitu, dengan sistem online ini, pengolahan data menjadi lebih mudah dan terintegrasi dengan data pusat. Sehingga akan mempermudah pengolahan data siswa secara nasional.

Sebagaimana diketahui bahwa tahun ini untuk kedua kalinya Kabupaten Gunungkidul melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Selain dengan sistem online, proses PPDB tahun ini menggunakan sistem zonasi murni, dimana setiap calon siswa baru memilih sekolah terdekat berdasarkan zona yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Dengan sistem ini, diharapkan dapat menghilangkan dikotomi antara sekolah favorit dan bukan favorit. Sehingga semua sekolah akan memberikan pelayanan yang  sama terhadap peserta didik. [ryopotter]